8+ Film Tentang Depresi, Inspirasi Berharga Pentingnya Bahagia

film-tentang-depresi/Film tentang mental illness

Kisah orang yang sakit mental (mental illness) menjadi inspirasi para sineas untuk membuat film tentang depresi alias mental health movie. Malah sebagian jadi film terkenal karena kekuatan tokohnya, yang berperan seperti orang abnormal.

Film tentang mental illness selalu mencuatkan kesan sensasional. Maklum, penggambaran tokohnya jadi terlihat luar biasa. Demi melakoni karakter yang depresi, para aktor/aktrisnya rela mengubah penampilan, baik bentuk tubuh, maupun ekspresi wajahnya.

Hadirnya film mental health/Mental health movie, tentu saja bukan bermaksud mengolok-olok orang depresi atau kurang waras. Tapi justru bertujuan bahwa insan semacam ini layak mendapatkan tempat dalam kehidupan sosial.

Malah, ada beberapa orang semacam ini dianggap berjasa dalam mengubah tatanan sosial yang terkadang tak mengindahkan nilai moral.

Nah, kami menyajikan film tentang depresi /Mental health movie yang layak kamu tonton. Dari film tema seperti itu, siapa tahu kita jadi lebih menghargai kemanusiaan. Apa saja judulnya?

Film Tentang Depresi, Barat dan Korea

1. Joker (2019), Film Tentang Depresi Lelaki Miskin

Tontonlah Joker agar kamu tak jadi orang keblinger. Sang pelakon Joker yakni Joaquin Phoenix menggondol piala Oscar 2020 atas perannya sebagai Arthur Fleck, sosok miskin teraniaya oleh orang-orang lebih berkuasa.

Arthur semula orang baik dan lugu. Tapi keadaan sosial di sekitarnya mengubah dia jadi depresi. Dia pun jadi punya identitas lain, yakni Joker. Karena sempat kepalanya terbentur, Joker jadi rada sakit jiwa. Dia seringkali mendadak tertawa, tapi bukan gila, melainkan ada gangguan pada otaknya.

Ketika berubah jadi Joker, Arthur secara tak langsung jadi pahlawan di kota tempatnya tinggal. Dia berhasil mempengaruhi banyak orang miskin agar segera bertindak melawan kemapanan yang merugikan kaum papa.

2. Inside Out (2015), Film Tentang Depresi Versi Animasi

Film tentang mental illness lainnya adalah Inside Out. Sebuah karna film animasi yang ceritanya berdasarkan kisah nyata sang sutradara yang memiliki anak perempuan terindap gangguan emosi.

Sang sutradara Pete Docter mengakui sendiri, dia membuat Inside Out agar orang tua harus memahami perubahan emosi anak-anak. Pete yang memiliki buah hati bernama Ellie seringkali membuatnya kuatir atas perilakunya yang aneh.

Maka melalui mental health movie ini, Pete berfokus pada karakter utamanya, yakni Riley Andersen, anak asal kota Minnesota , yang perilakunya sering berubah begitu cepat. Emosinya tak stabil, terkadang gampang ceria, sedih, takut, marah dan juga jijik. Perubahan 5 emosi ini terjadi secara bergantian begitu cepat.

3. Silver Linings Playbook (2012)

Sang sutradara, David ‘O Russell berhasil mengangkat kisah sepasang insan dengan sakit mental yang mengkhawatirkan. Bradley Cooper melakoni karakter Pat mengalami penyakit bipolar disorder.

Pasca menjalani rehabilitasi di rumah sakit jiwa, Pat bertemu dengan Tiffany (Jennifer Lawrence), sosok perempuan terperangkap penyakit depresi berlarut-larut.

Kisahnya jadi menarik, kedua orang ini saling bahu-membahu agar masing-masing keluar dari sakit mental yang mengendap dalam jiwanya.

4. A Beautiful Mind (2001), Film Tentang Depresi Tokoh Jenius

Inilah salah satu film terbaik Russel Crowe sepanjang kariernya sebagai aktor. Dia memerankan tokoh matematikawan jenius bernama John Nash, yang sosoknya memang nyata ada di Amerika.

Film biopik tentang mental health ini memang fokus pada tokoh utama John Nash. Di sebalik kecerdasannya yang begitu cemerlang, Nash ternyata punya riwayat penyakit mental, yang disebut skizofrenia-paranoid.

Kerapkali dia terganggu oleh kondisi delusi. Pikirannya selalu kacau, hingga dia pun meninggal. Tapi pemerintah Amerika memberikan tanda jasa atas kontribusinya di dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan.

5. Kim Ji Young Born 1982 (2019)

Dari judulnya saja tentu ini film Korea. Sang sutradara, Kim Do-young berhasil menampilkan beberapa sosok yang terdampak budaya patriarki di Korea. So, film tentang depresi ini jadi semacam sindiran terkait budaya tersebut.

Kisahnya tentang ibu rumah tangga, yang mendadak depresi setelah melahirkan. Dia terpaksa harus hamil karena keinginan suaminya agar punya keturunan.

Sang istri bernama Kim Ji-young tak sanggup jadi calon ibu karena dia harus meninggalkan pekerjaan yang sangat dicintainya. Depresi yang melekati jiwa Kim mengubah perilaku dirinya yang aneh.

Film Tentang Depresi, Sinema Indonesia

6. Kukira Kau Rumah (2022), Film Tentang Depresi Remaja

Kukira Kau Rumah mendadak viral di media sosial. Banyak remaja yang berbondong-bondong ke bioskop demi menonton film karya Umar Shahab itu.

Film tentang depresi yang  menarik perhatian remaja bukan hanya karena bintang utamanya, yakni Prilly Latuconsina dan Jourdy Pranata, tapi karena ceritanya yang mengangkat isu penyakit mental.

Kisahnya tentang gadis bernama Niskala. Dia mengidap gangguan bipolar yang membuat perjalanan hidupnya terasa aneh dan berbeda dengan remaja seusianya.

Niskala kemudian bertemu Pram, lelaki penggila musik tapi selalu dirundung kesepian akut. Seperti juga Niskala, Pram pun sebenarnya merasa terganggu jiwanya pasca ayahnya meninggal.

Karena sering saling curhat, Niskala dan Pram menemukan nilai kehidupan yang berharga tentang cinta yang saling berterima keadaan.

7. Nanti Kita Cerita Tentang Hari (2020)

Judul pendeknya, NKCTHI . Film besutan Angga Dwimas Sasongko ini tentang sisi tragis sebuah keluarga yang tampak baik-baik saja. Mereka terlihat bahagia, tapi di antara mereka merasa sering berduka.

Kisahnya tentang gadis bernama Awan.Dia mencoba menjalin rasa dengan Kale, lelaki unik dan ekstentrik. Semula Awan merasa lega karena kehadiran Kale bakal mengurangi sakit mental akibat kondisi keluarganya.

Namun Awan kemudian merasa gagal. Ada rahasia yang menyelimuti keluarganya akhirnya terbongkar. Sebuah trauma yang mengganggu hubungan Awan dengan Kale.

Film drama tentang depresi ini mempertontonkan akting bintang film remaja, antara lain Rachel Amanda, Ardhito Pramono, dan Sheila Dara. Mereka harus beradu akting dengan dua pelakon lebih senior, yakni Donny Damara, Susan Bachtiar dan Rio Dewanto.

8. Imperfect (2019)

Bersubjudul Karier, Cinta & Timbangan, film garapan Ernest Prakarsa ini mengantarkan Jessica Milla sebagai nominas aktris utama terbaik dalam perhelatan Festival film Indonesia 2020.

Ya, Imperfect memang film tentang depresi yang menampilkan karakter unik bernama Rara (Jessica Milla). Dia terkena gangguan mental karena tumbuhnya yang tambun, berbeda dengan saudara perempuan lainnya yang lebih langsing.

Rara berupaya jadi perempuan sempurna, berdaya tarik agar mendapatkan cinta. Tapi upaya Rara ini malah membuatnya jadi cenderung depresi. Untung saja ada sosok Dika (Reza Rahadian), yang berusaha mengubah pola pikir Rara jadi perempuan seadanya.

9. Posesif (2017)

Film drama remaja tentang depresi ini ceritanya seringkali terjadi dalam kehidupan nyata, yakni tentang hubungan asmara yang terlalu terikat oleh kendala penyakit posesif, yakni kecemburuan sangat berlebihan atas dasar keinginan besar memiliki pasangan.

Film mental health besutan Edwin ini mengisahkan pasangan SMA yang berpacaran yakni Lala dan Yudhis. Meskipun semula hubungan mereka baik-baik saja, ternyata Lala terkena dampak toxic relationship. Dia depresi karena terlalu kuati kehilangan Yudhis.

Baca Juga:

Penutup

Nah itulah 9 film yang mengisahkan sisi lain tentang orang terkena mental illness/film mental health. Film tentang depresi ini banyak mendapatkan pujian dari kritikus film karena ide ceritanya memuat pesan moral dan psikologis berharga.

Semoga saja, kamu yang sudah menonton film bertema mental illness ini jadi mendapatkan pencerahan pentingnya orang lain yang bisa mengubah rasa sakit jadi bahagia.