7 Film Terbaik Sutradara Angga Dwimas Sasongko, Yuk Nonton

angga dwimas

Di blantika sinema Indonesia, Angga Dwimas Sasongko demikian ternama sebagai sutradara. Film-filmnya berkualitas. Angga Dwimas Sasongko berhasil juga sebagai produser film.

Karier sutradara bernama ringkas Angga Sasongko atau Dwimas Sasongko ini mulai menanjak ketika dia menggarap film Foto, Kotak Jendela pada tahun 2006.

Sebelum film pada tahun tersebut rilis, sineas kelahiran Jakarta 11 Januari 1985 ini memang getol memproduksi film-film pendek. Maklum, sejak kecil Angga penggila film. Selain terjun dalam produksinya, dari dulu Angga terbilang penonton film setia berbagai genre.

Alhasil, kecintaannya pada dunia sinema, Angga Sasongko sampai detik ini terus berkarya sesuai minatnya itu. Bahkan dia sudah mendapatkan sejumlah penghargaan atas kegigihannya menggarap beberapa judul film.

Dari sekian film besutannya, berikut adalah 7 film terbaik sutradara Angga Dwimas Sasongko, yang bisa memuaskan kecintaanmu terhadap karya sinema Indonesia.

7 Film Terbaik Sutradara Angga Dwimas Sasongko

1. Mencuri Raden Saleh, Film Laris Angga Dwimas Sasongko 

Inilah film terbaru Angga Dwimas Sasongko yang terbilang laris. Sejak rilis 2022, filmnya ini mendapatkan sambutan hangat banyak penonton.

Bergenre drama aksi, film produksi Visinema Pictures menampilkan bintang film remaja, antara lain: Iqbaal Ramadhan, Angga Yunanda, Aghniny Haque, Rachel Amanda, Umay Shahab, dan Ari Irham.

Film ini menceritakan sekelompok mahasiswa yang berusaha mencuri lukisan ‘Penangkapan Pangeran Diponegoro’ karya Raden Saleh. Lukisan itu karya yang tak ternilai harganya dan berada di Istana Negara.

Keunikan dari film ini adalah keenam pemain melakoni karakter yang khas sesuai dengan perannya dalam pencurian, yakni ‘The Forger’, ‘The Hacker’, ‘The Negotiator’, ‘The Brute’, ‘The Handyman’, dan ‘The Driver’.

Pada film ini, Angga Sasongko selain sebagai sutradara, merangkap juga sebagai penulis skenario. Dia berhasil menggabungkan petualangan, drama, romansa, dan misteri dengan suasana yang tidak membosankan.

2. Filosofi Kopi

Film ini rilis tahun 2015 di bawah payung produksi Visinema Pictures, yang dikelola Angga Dwimas Sasongko dan koleganya.

Filosofi Kopi bergenre drama dengan mengandalkan para aktor dan aktris Chicco Jerikho, Rio Dewanto, Julie Estelle, Jajang C. Noer, Slamet Rahardjo, dan Otig Pakis.

Film Filosofi Kopi adalah adaptasi cerita dari novel ‘Filosofi Kopi’ karya Dee Lestari. Kisahnya tentang perjalanan dua orang sahabat yang berjuang untuk melunasi hutang kedai Filosofi Kopi yang terancam bangkrut.

Konflik pun muncul di antara mereka yang lumayan menguras emosi penonton film ini. Hingga muncul seorang pengusaha yang bersedia mendanai kedai Filosofi Kopi asalkan mereka mampu menyajikan kopi yang paling enak.

Berkat film Filosofi Kopi, Angga Dwimas Sasongko masuk nominasi Sutradara Film Terbaik pada Festival Film Indonesia 2015.

3. Surat dari Praha

Lagi-lagi Visinema Pictures yang dikomandoi Angga Dwimas Sasongko menghasilkan film bermutu bertajuk Surat dari Praha, yang rilis tahun 2016.

Film bergenre drama ini mempertontonkan akting para aktor dan aktris ternama gabungan senior dan terbilang muda, yakni Tio Pakusdewo, Julie Estelle, Rio Dewanto, Widyawati, dan Chicco Jerikho.

Film Surat dari Praha berlatar kisah sepak terjang mahasiswa Indonesia tahun 1966 yang tidak bisa pulang dari Praha akibat peristiwa politik G30S.

Larasati mendapatkan wasiat dari ibunya untuk mengantarkan surat kepada Jaya (mantan tunangan ibunya itu) di Praha.

Larasati menuduh Jaya jadi biang keladi ketidakharmonisan keluarganya. Pertemuan mereka pun kemudian membuka tabir kejadian sebenarnya dan membuat mereka memaafkan masa lalu.

Berkat penyutradaraan pada film ini, Angga Sasongko layak berbangga. Surat dari Praha menggondol piala penghargaan Usmar Ismail 2016 untuk  kategori film terbaik dan sutradara terbaik.

Film ini pun kemudian wakil Indonesia dalam seleksi Academy Award 2017 kategori film berbahasa asing terbaik.

4. Cahaya dari Timur: Beta Maluku

Ini film karya Angga Dwimas Sasongko lain daripada yang lain dari sisi ide cerita dan setting lokasinya. Produksi film yang rilis tahun 2014 ini terilhami dari kisah nyata perjuangan orang-orang guna mengatasi konflik agama di Ambon melalui olahraga sepakbola.

Dalam ceritanya, tersebutlah Sani Tawainella yang bertugas membawa tim sepakbola Maluku dalam kejuaraan nasional. Sani berupaya membaurkan anak-anak dengan latar belakang agama yang berbeda dalam satu tim.

Namun, ternyata keputusannya ini justru menjadikan perpecahan. Timbullah konflik yang menjurus pada hal sensitif.

Tak pelak, lantaran ceritanya unik dan sangat humanis, Film Angga Dwimas ini demikian cemerlang pada perhelatan penghargaan Festival Film Indonesia 2014. Karyanya ini jadi film terbaik.

5. Wiro Sableng, Film Laga Angga Dwimas Sasongko

Sebagai sutradara berbakat, Angga Dwimas ternyata tak cuma piawai mengeksekusi film drama. Ia juga mampu mengolah akting para pemain film dalam cerita laga komedi.

Ya, Wiro Sableng yang bersubjudul Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 ini adalah film garapan Angga Dwimas Sasongko bercitra estetika berbeda, terutama dari sisi pengadegan action, setting klasik, dan gaya penokohan, persis dengan penggambaran asli dari novel Wiro Sableng karya Bastian Tito.

Film ini berlatar  Nusantara pada abad ke-16. Wiro Sableng adalah murid istimewa dari seorang pendekar bernama Sinto Gendeng yang berkehendak ingin memberikan pelajaran pada Mahesa Birawa, yang tak lain adalah mantan muridnya yang berubah jadi jahat.

Atas amanah Sinto Gendeng, Wiro Sableng pun berkelana, lalu bertemu dengan Anggini dan Bujang Tapak Sakti. Petualangan mereka akhirnya menuai hasil. Mereka menggagalkan rencana busuk Mahesa Birawa serta menemukan esensi seorang pendekar.

Film ini berhasil memenangi kategori film terbaik dalam Indonesian Box Office Movie Awards 2019. Selain film ini seru, para pemainnya pun terbilang ngetop. Sebut saja: Vino G. Bastian, yang jadi Wiro Sableng. Bintang film lainya adalah Sherina Munaf, Marsha Timothy, Lukman Sardi, Dwi Sasono, Happy Salma, Marcella Zalianty, Yayam Ruhian, dan Teuku Rifnu Wikana.

6. Hari untuk Amanda

Hari untuk Amanda berhasil mengantarkan Dwimas Sasongko masuk nominasi sutradara terbaik dalam Festival Film Indonesia 2010.

Selain itu, Angga Dwimas Sasongko pun terpilih dalam kategori Penyutradaraan Film Indonesia Terbaik dalam Apresiasi KASKUS untuk Film Indonesia 2011.

Film bergenre drama yang rilis tahun 2010 ini menceritakan kebimbangan Amanda menjelang pernikahannya dengan Dody.

Amanda tak menyangka, mantan pacarnya yang bernama Hari tiba-tiba muncul kembali dalam kehidupannya. Dia lalu mempertanyakan lagi rencana pernikahannya dengan Dody.

7. Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini

Film Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini atau disingkat NKCHTI berdasarkan cerita novel karya Marchella FP. Perilisannya tahun 2020, dengan menampilkan para pelakon, antara lain, Rachel Amada, Rio Dewanto, Sheila Dara, Donny Damara, dan Susan Bachtiar.

Film Produksi Visinema Pictures ini mengangkat kisah yang lazimnya dialami juga sebagian besar keluarga Indonesia, yakni tentang perbedaan perlakuan terhadap anak pertama, anak tengah, dan anak bungsu.

Meskipun semula tampak seperti keluarga bahagia, ternyata masing-masing anggota keluarga menyimpan rahasia dan trauma yang begitu besar.

Baca Juga:

Penutup

Itulah 7 film terbaik besutan sutradara Angga Dwimas Sasongko. Judul manakah yang menurutmu paling berkesan?

Dengan usia yang masih terbilang produktif, pastinya Angga Sasongko akan terus berproses dengan karya-karya film berikutnya.

Kabarnya, dia pun menyutradarai film berikutnya, yakni Ali Topan Anak Jalanan dan Kamu Terlalu Banyak Bercanda. Semoga kamu bisa menonton dua film terbaru karya Dwimas Sasongko itu.