Inilah Film Politik Terbaik, Sarat Konflik dan Intrik

film politik terbaik

Realitas politik mengilhami para sineas untuk membuat film politik. Tapi karena tersiarnya film tentang politik,  itu jadi memancing suatu konflik.

Persoalan politik selalu menggelitik. Ada saja intrik sehingga sering sejumlah pihak jadi merasa terusik. Realitas inilah yang mengilhami para sineas untuk membuat film politik. Tapi karena tersiarnya film politik, terkadang jadi memancing konflik, malah bisa jadi memanas di antara pihak yang bertikai.

Guna merancang sebuah produksi film, ide cerita bisa di mana saja, baik berdasarkan kisah/peristiwa nyata, maupun rekaan semata. Bagi sineas, itu sah-sah saja. Masalah politik termasuk tema menarik untuk dilayarlebarkan. Tapi kalau tak hati-hati penggarapa skenarionya, film politik malah akan jadi bumerang bagi kreatornya. Bisa saja itu menguat jadi ancaman pembunuhan. teror, maupun penahanan para penyidik. Namun,ada pula, film-film tentang politik tetap saja bisa tayang dan menjadi tuntunan berharga bagi penonton, misalnya mereka   setelah menonton film tentang strategi politik, wawasan politiknya kian luas.

Rata-rata film tentang pemerintahan, yang berbau politis selalu menarik untuk ditonton publik. Entahlah bagi para penguasa di pemerintahan, apakah iti jadi semacam kritik atau karya seni yang mengusik.

Nah, agar bisa menukil lebih jauh soal film tema politik semacam ini, kami rekomendasikan, menurut penilaian kami sebagai film politik terbaik. Apa saja ya judulnya?

Inilah Film Politik Terbaik, Sarat Konflik dan Intrik

JFK (1991)

 

Sang sutradara kaliber Oscar, yakni Oliver Stone sempat menggegerkan dunia dengan merilis film Platoon (1986). Maklum, film perang ini menceritakan dengan jelas kekalahan pasukan Amerika dalam perang Vietnam. Film ini seperti tamparan bagi pemerintah Amerika saat itu yang selalu melakukan kebohongan publik bahwa Amerika menang perang di Vietnam.

Setelah Platoon, Oliver Stone seperti tak kapok. Dia kembali menyentil Amerika secara politis melalui karya filmnya bertajul JFK (alias John F. Kennedy). Film ini berdasarkan buku bertajuk On the Trail of the Assassins, dari penulis Jim Garrison, lalu Stone meracik ceritanya dengan campuran data dari buku Crossfire: The Plot That Killed Kennedy, karya Jim Marrs.

Adapun pengisahan film JFK tentang indikasi konspirasi terkait pembunuhan presiden Amerika, John F Kennedy.  Di sini digambarkan pula saksi pembunuhan bernama Jim Garrison (pemerannya, Kevin Costner), juga sang penembak JFK, yakni Lee Harvey Oswald (pemerannya Gary Oldman).

 

Wag the Dog (1997)

 

Meskipun bergenre drama, film Wag the Dog sarat sentilan humor terkait skandal calon presiden Amerika. Film ini terilhami novel American Hero karangan Larry Beinhart. Sutradaranya Barry Levinson, dengan bintang utama aktor watak, yakni Robert De Niro dan Dustin Hoffman.

Kisahnya berfokus pada seorang produser di industry film Hollywood. Dia sengaja membuat film perang buatan atas usulan pendukung calon presiden yang terlibat skandal.

Downfall (2004)

 

Tak cuma sineas Amerika yang menggarap film politik. Sutradara Jerman Oliver Hirschbiegel membuat film berbahasa Jerman yang berjudul Der Untergang). Tapi secara internasional lebih populer dengan judul Downfall.

Film ini mirip semi biografi. Tokoh utamanya Adolf Hitler (dimainkan sangat mengesankan oleh aktor Bruno Ganz). Ceritanya tentang sepak terjang Hitler sebagai diktator Nazi. Namun dia kemudian ditinggalkan oleh pengikutnya menjelang kepemimpinannya habis. Hitler pun terkena olok-olok banyak orang hingga dia naik pitam.

 

The Manchurian Candidates (2004)

 

Lagi-lagi film politik yang diadaptasi dari novel. Kali ini berjudul The Manchurian Candidates. Film ini salah satu sinema tersukses karya sutradara Jonathan Demme setelah Silence of the Lambs, yang meraih Oscar sebagai film Terbaik tahun 1992, Nah, dalam film The Manchurian Candidates, dia lebih mengarahkan cerita dan pemainnya dalam urusan politik terkait intrik Perang Teluk.

Dengan bintang utama kaliber berat, seperti seperti Denzel Washington, Merryl Streep, dan Jon Voight, film ini tentang para tentara yang mendapatkan perlakuan jahat dari oknum militer. Mereka harus  bertempur di medan Perang Teluk dalam keadaan otaknya dicuci.

The Ides of March (2011)

 

Aktor ganteng George Clooney membesut film tentang politik ini. Dia mempercayakan aktor utama Ryan Gosling yang melakoni karakter Stephen Meyers. Sedangkan George Clooney sendiri memerankan tokoh gubernur bernama Mike Morris, yang mencalonkan diri jadi presiden Amerika.

Semula Meyers asyi saja bermitra dengan Morris sebagai tim sukses. Tapi lambat laun, Meyers mencium gelagat licik dari Morris. Konflik pun kian memanas di antara mereka, terutama menjelang pemungutan suara.

 

Argo (2012)

 

Bagaimana jadinya jika seorang aktor seperti Ben Afllect  menyutradarai film tentang strategi politik? Ternyata suami Jennifer Lopez ini piawai juga mengalihkan cerita yang sensitif menjadi penggambaran suasana di Iran begitu menegangkan. Tak pelak, film Argo pun menggondol 3 Piala Oscar untuk kategori film terbaik dan sisanya untuk kategori skenario adaptasi terbaik dan editing terbaik.

Kisahnya berlatar Revolusi Iran pada warsa 1979. Kala itu, pemimpin Iran, Mohammad Reza Shah terpaksa meminta suaka dari Amerika karena kekuasaannya sudah digulingkan oleh rakyat Iran. Pemerintah Amerika mengirim anggota CIA, Tony Mendez (Ben Affleck), yang pura-pura jadi produser film dari Canada. Tony pun dengan rasa was-was harus pergi ke Iran agar pemimpin Iran tersebut bisa masuk ke kedutaan besar Amerika di sana.

Darkest Hour (2017)

 

Karena aktingnya memerankan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill, aktor watak Gary Oldman begitu bahagia. Dia akhirnya memenangkan Piala Oscar 2018 sebagai aktor utama terbaik. Totalitas akting Oldman begitu terasa. Dia benar-benar mirip Winston Churchill.

Darkest Hour mengisahkan riwayat kepemimpinan Winston Churchill, yang barbareangan dengan Perang Dunia II. Sebagai tampuk roda pemerintahan tertinggi di Inggris, Churchill harus mengambil keputusan politis yang berat terkait campur tangan Inggris dalam membantu Amerika sebagai sekutunya. Tujuan utamanya, menghancurkan musuh, salah satunya Jepang.

Darkest Hour termasuk film tentang strategi politik yang menegangkan secara psikologis. Kamu bisa melihat ekspresi Oldman sebagai Churchill yang sangat tertekan, tapi di sisi lain harus mengambil keputusan rumit.

 

V For Vendetta (2006)

 

Karakter V For Vendetta lebih terkenal dalam konteks bacaan komik. Dia adalah tokoh komik  yang penceritanya adalah Alan Moore, sedangkan ilustrasinya oleh David Lloyd.

Sama seperti cerita komiknya, film ini memunculkan tokoh misterius tapi jagoan. Orang-orang Inggris mengenalnya sebagai V for Vendetta. Dengan berbusana serba hitam, termasuk jubah dan topinya, juga memakai topeng, sang tokoh ini ingin mempengaruhi rakyat Inggris.

Dia menentang kebijakan politik pemerintah Inggris yang fasis juga cenderung berkiblat pada rezim totaliter. Kamu yang senang dengan film politik berbau anarkis juga sarat aksi demo, film ini mungkin bisa jadi wawasan baru.

 

Penutup

Bagaimana dengan rekomendasi dari kami mengenai judul-judul film politik terbaik dalam sajian ini? Adakah judul yang luput kami amati? Pasti masih ada beberapa judul film tentang politik lainnya, tak cuma produksi Hollywood, tetapi juga ada pula karya sineas Jepang, Korea, Thailand. Rusia, Prancis, Iran, India, termasuk juga Indonesia.

Pasti kamu setuju bahwa politik itu jadi ide cerita yang menarik meskipun bagi sebagian orang kurang dramatik. Yang jelas, kamu kamu menyukai film tema ini, setidaknya kamu dapat sesuatu yang berharga mengenai serba-serbi politik dengan kemasan sinematik.

 

MAU STREAMING VIDEO DENGAN INTERNET LANCAR,
TINGGAL PILIH SAJA, VPN MANTAP ATAU MOOVE VPN,
YANG TERSEDIA DI PLAYSTORE, KLIK SAJA DI BAWAH INI

 

Google Play

Google Play